Clara tersenyum sekilas sembari mempersilahkan dua orang di depannya untuk duduk. Sedangkan, ia sendiri sudah lebih dulu mendudukan diri di kursi kebesarannya. "Jadi, mau ngobrolnya sambil berdiri aja?" Syahid tidak menjawab, hanya melengos samar dengan tatapan dinginnya. Clara menganggukan kepala paham, "yasudah, Oma duduk aja ya karena sudah gak kuat berdiri terlalu lama." Ujarnya sudah tersenyum membuat Syahid sontak mendelik tak suka. Airin di sebelahnya hanya merunduk saja, mendengarkan omongan Omanya Syahid tapi tidak berani untuk menatap wajahnya. Terlalu menakutkan untuk diingat. "Kabar kalian gimana, baik?" Tanyanya basa-basi, membuka obrolan sembari sejenak mengisap teh hangatnya. "Jangan basa-basi, langsung to the point aja." Kata Syahid tak mau buang-buang waktu. "Padahal O

