Keenan dengan polosnya mengisap s**u cokelat kemasan dalam genggamannya yang baru saja dibelikan Syahid. Bukan. Lebih tepatnya Syahid terpaksa, merasa kasihan, karena muka cowok yang baru saja bermasalah dengannya itu terlalu memelas. Apalagi kerlipan matanya yang polos seperti anak kecil saja, Syahid jadi teringat akan Abba di rumah. "Lo mukanya gak asing," kata Syahid dengan sekilas mencolek kentangnya pada sambal, "saya emang bukan orang asing, saya asli orang indonesia." Balas pemuda itu kemudian melanjutkan menghabisi s**u cokelat kemasannya. Sedangkan, Syahid sudah mendecak samar, berusaha bersabar. Keduanya masih kompak mengatupkan bibirnya rapat, sibuk dengan makanan masing-masing. Syahid dengan kentang gorengnya yang sudah hampir habis. Sedangkan, Keenan yang masih menyedot

