"Gue bilang bokap lo yang ngebunuh mama lo," ulang Syahid dengan tatapan yakinnya sembari tersenyum kecut merasa makin merasa permainannya menarik. Karena ia bisa melihat bagaimana muka memias Wiguna kini yang seakan tertangkap basah. "Jangan terlalu naïf, bokap lo bukan manusia seperti orang kebanyakan. Jadi, jangan ngerasa heran kalau bokap lo bisa kepikiran kenapa bisa membunuh istrinya sendiri." Lanjut Syahid lagi buat Dirga menelan salivanya kasar. Syahid sekilas menyentuh alis kirinya dengan telunjuk, menatap Wiguna dengan tersenyum, senyum mengejek. "Jangan sembarangan fitnah, kamu tau kan semua yang kamu bicarakan bisa nyeret kamu ke penjara. Jangan terlalu ngerasa bangga karena sudah berhasil melabui penjaga rumah ini, bukan berarti kamu juga bisa mencuci pikiran anak saya." Ka

