85.85: Eighty Five

2165 Kata

Mr. Christ menatap ragu ke arah Syahid yang kini berdiri di hadapanya, sudah berpakaian lengkap untuk berangkat ke rumah Dirga untuk mengacak-ngacak rumah pemuda itu. Karena da kejanggalan yang masih membuat mereka kepikiran kini, makanya Syahid harus memeriksa sendiri gimana keadaan rumah di sana dan siapa tahu ada yang tersembunyi di sana. “Beneran mau ke sana, tuan?” “Hm,” dehem Syahid membalas seadanya. Mr. Christ kembali mendekat dengan cemas, sebenarnya tidak ingin membiarkan Syahid untuk melakukan sesuatu hal yang berbahaya begini. Sudah cukup pemuda itu hidup menderita selama ini, jangan sampai terjebak lagi ke dalam masalah yang lebih besar. “Apa gak sebaiknya suruh orang lain saja?” Tanya Mr. Christ membuat Syahid menolehkan kepala ke arahnya dengan menatapnya dingin. “ Lo ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN