84.84: Eighty Four

3271 Kata

Deon berdiri di depan pintu kelasnya dengan mendesah panjang merasa sia-sia saja bangun pagi ke kampus. Ia sudah berhayal bisa kemah dengan seru nanti bersama teman-teman barunya. Tapi, mendadak pupus dikarenakan ada salah satu mahasiswa yang meninggal di depan kampus. Dan pembunuhnya juga mahasiswa di sini. Entah apa yang terjadi sampai mereka saling membunuh dan merugikan orang banyak begini. Tahu begitu, Deon tidur sampai siang saja tadi atau tidak main game baru di hapenya. Deon menolehkan kepala ke arah ujung koridor dan langsung tersenyum senang saat melihat Syahid di depan sana. Pemuda itu berjalan mendekat dengan tatapan dinginnya. "Gak jadi kemah dong, kita disuruh balik lagi ke rumah masing-masing." Jelas Deon masih menyayangkan. "Tapi, kok lo gak bawa ransel besar kayak gue?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN