Abba tersenyum riang sembari mengayunkan kakinya di bawah kursi. Tangannya masih sesekali mencubit kue red velvet keju itu dan memasukannya ke dalam mulut. Kemudian ia kembali meminum jus mangganya dengan wajah berbinar membuat Syahid yang sedari tadi melihat kelakukannya hanya tersenyum saja. "Bang Syahid beneran gak mau makan kuenya?" Tanya anak itu bingung, karena sang abang sama sekali tidak mau menyentuh dua potong kue di atas piring. Sebenarnya Abba senang-senang saja kalau Abangnya tidak mau memakan kue terenak menurutnya itu. Agar ia bisa menghabiskan semuanya. "Lo aja yang makan, kelaparan banget kelihatannya." Goda Syahid masih memegang milk shakenya, meminumnya pelan. "Gak kelaparan bang, cuma emang suka aja sama kuenya ... terlalu enak." Jujurnya terkekeh pelan membuat Syahi

