82.82: Eighty Two

1393 Kata

Lian berdiri di depan gerbang rumahnya dengan merapikan kancing seragamnya, masih dengan ransel pada bahu. Pemuda itu menegakan tubuhnya saat melihat bayangan motor Syahid mendekat ke arahnya. Tadi pagi ia sudah menelepon temannya itu untuk menjemputnya karena motornya sedang di bengkel karena kemarin bannya pecah. Lian tersenyum samar saat motor Syahid kini berhenti tepat di depannya. Sosok berahang kuat itu sudah melemparkan helm ke arahnya membuat ia langsung menangkapnya dengan mendecak kasar. "Gak usah lempar-lempar elah, kena muka gue ntar." Ujarnya sudah mengomel kecil. "Gak usah protes kalau bisanya cuma nyusahin." Balas Syahid dengan nada kesal buat Lian mencibir kecil lalu tersenyum saja. "Besok-besok gue gantian jemput lo deh. Biar impas," katanya sudah membujuk. "Gue gak su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN