Pemuda jangkung itu mengernyitkan dahinya saat melihat Mr. Christ menghampirinya dengan tersenyum samar, seakan ingin menyampaikan informasi penting. Padahal sekarang ia ingin tidur tenang, tapi karena pria di hadapannya ini meminta untuk bertemu jadinya ia buru-buru mendatangi Mr. Christ di apartemennya. "Kenapa sampai nyuruh ke sini malam-malam begini?" Tanya Syahid dingin dengan merunduk memainkan kunci motornya dalam genggaman. "Saya akan memberi informasi tentang kampus tuan, berhubung besok adalah hari pertama tuan Syahid dan adik-adik tuan akan mengeituki ospek." Syahid mengangguk saja dengan sejenak menaikan alisnya tinggi. Pemuda itu menipiskan bibir, baru menyadari kalau kini ia sudah akan menjadi mahasiswa. Sudah melewati masa-masa sulit setelah kematian ayahnya, berbulan-bu

