80.80: Eighty

3074 Kata

Syahid melangkah pelan memasuki halaman rumah megah di hadapannya itu. Ia mengerjap tajam sembari mengusap sudut bibirnya yang terluka dengan tangan. Ekor matanya menangkap beberapa orang kini mengekorinya berusaha menghadang, namun saat melihat wajah Syahid mereka sontak merunduk dengan perlahan melangkah mundur. Pemuda berahang kokoh itu membuka pintu di depannya, masih dengan seragam sekolahnya ia memasuki rumah yang terkesan angkuh itu. Ada banyak pajangan mahal di sana yang menyambut tuan rumah ataupun tamu yang datang berkunjung. Dan di tengah-tengah dinding di depan ruang tamu ada satu foto keluarga yang dipajang di sana membuat Syahid tersenyum miring melihatnya. Ia menolehkan kepala saat mendengar suara derap langkah mendekat, sosok berpakaian rapi itu kini berdiri di hadapannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN