Lian mendecak samar dengan memandangi mantan temannya yang kini berbaring di atas ranjang rumah sakit dengan salah satu kakinya di gips karena mengalami patah tulang. Bukan, hanya kakinya tapi tulang rahangnya juga bermasalah. Ia tidak bisa mengobrol dengan nyaman, karena rahangnya yang mengalami pergeseran karena tamparan kuat Syahid. "Hue akan bwalas dendam," Lian memutar mata jengah mendengar perkataan Jefri yang tidak jelas. Ternyata beneran rahangnya sedang bermasalah. "Gak usah ngomong dulu, gak jelas." Balas Lian mendengkus kasar, sekilas menghela napas panjang merasa lelah dengan perbuatan Jefri yang sama sekali tidak bisa berpikir panjang. Bisa-bisanya masih mencari gara-gara dengan Syahid yang sedang dilanda duka. Dan bukannya pulang dengan kemenangan malah pulang dengan kemal

