78.78: Seventy Eight

1365 Kata

Hidup akan berlalu namun kematian akan semakin mendekat. Kalimat singkat itu masih berbekas dalam ingatan pemuda yang kini berdiri pada tempat yang sama sekali tidak ingin ia pijaki. Apalagi harus mengantar kepergian salah satu orang tersayangnya yang selama ini hubungannya dengannya masih belum harmonis seperti ayah dan anak pada umumnya. Pemuda jangkung yang masih memakai seragam sekolahnya itu msih berdiri dengan tatapan kosongnya, enggan untuk beranjak pergi dari sana. Setelah pulang sekolah karena harus melaksanakan ujian akhirnya, ia pun langsung bergegas pulang untuk mengantar sang ayah ke peristirahatan terakhirnya. Ia dan beberapa orang singgah ke salah satu masjid untuk menyolati sang ayah. Ada banyak orang yang menyolatkannya, sampai shaff untuk perempuan di ambil alih oleh lak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN