Azzam mengerjapkan matanya dengan melirik ke sampingnya, ada sosok Arseno yang cemas dengan berlari kecil mendorong ranjang emergency tempatnya berbaring kini. Di samping kanannya ada Adam yang tidak kalah paniknya dengan Arseno. Kelopak matanya makin menyendu, darah dari hidungnya makin mengalir membuat dokter bergerak langsung menyumpalnya dengan sapu tangan dalam saku celana. Azzam kembali memejamkan matanya merasa kepalanya sakit sekarang sampai ia merasa mual. Lelaki itu berusaha menetralkan nafasnya lalu mulai bernafas normal saat dokter memasang alat bantu napas atau biasa disebut ventilator. Keadaan pun mulai terasa tenang. Arseno pun sudah bernafas lega melihat sahabatnya itu kini bisa ditangani dengan baik. Hidungnya yang mimisan juga sudah dibersihkan dan diseka dengan tisu s

