99.99: Ninety Nine

1086 Kata

Syahid merebahkan tubuh jangkungnya pada sofa panjang di ruang tamunya. Pemuda itu merasa letih setelah mengantar dan menunjuk keberadaan letak makamnya Erisa pada Syahir dan juga teman-temannya yang datang bersamaan. Saling mengabari satu sama lain dan akhirnya berkumpul semua di temoat peristirahatan terakhir cewek yang dikenal barbar itu. Ternyata meski tidak meninggalkan banyak kesan dan amal yang baik selama hidupnya, banyak juga yang merasa kehilangan akan gadis itu. Ya, mungkin mereka menangis di luat tapi tidak ada yang tahu dalam hatinya. Bisa saja mereka bersyukur karena tidak akan ada lagi yang akan menjambak rambut mereka kasar, tidak akan ada lagi yang tidak takut untuk mengomel saat mereka melakukan kesalahan. Sebenarnya itu rasa syukur atau kehilangan? Entahlah. Syahid jug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN