Syahir masih berdiri di depan rumah dengan memandang jauh gerbang di depan sana. Ia masih menunggu kabar dari Syahid yang mendadak pergi beberapa jam yang lalu katanya ada hal yang harus diurus. Saudaranya itu tidak menjelaskan tentang urusan apa yang akan dia selesaikan. Padahal mereka sudah bersiap mau ke rumah Airin, dan Syahid belum ada kabarnya sampai sekarang. "Syahid, gak bakalan kenapa-napa, kan? Ini Airin pasti sudah nunggu kita dari tadi." Kata Syaqila sudah berdiri di sampingnya dengan raut cemas sekaligus tidak tenang. "Kita tunggu aja, jelasin dulu ke Airin kalau kita belum bisa ke sana. Atau bilang saja kita batal ke rumahnya malam ini," Syaqila sontak melotot kaget dengan meneguk ludah pahit. "Tapi, kan Airin udah siapin banyak hal buat kita. Tadi dia juga udah kirim foto

