Menyuapi Mason dalam situasi lain tentu akan membuat Pita bersuka hati. Tapi menyuapkan sarapan pada Mason dan Mason membuka mulutnya dengan pandangan kosong, membuat Pita menghela napas pelan. Pita menoleh ke arah tirai jendela yang tersapu angin. Lalu ke arah Mason yang duduk di balkon kamar dengan pandangan sepenuhnya kosong. Tatapannya jauh ke arah danau. Namun Pita yakin, pikiran Mason bahkan tidak berada di tempat itu. Pita belum mendengar sepatah katapun keluar dari mulut Mason pagi itu. Mason membuka mulut namun semata karena dia merasakan lapar. Pita beranjak masuk ke dalam kamar dan keluar untuk membereskan piring bekas makan Mason. Di tangga dia berpapasan dengan ibu Mason. Mereka bercakap sebentar sebelum Pita kembali melangkah ke dapur mansion. "Jangan lengah. Beruntung m

