“Jadi, setelah belasan tahun. Aksa sudah mau mempertimbangkanmu?” tanya Raihand pada Emily yang bercerita panjang kali lebar tentang kebahagiaannya bersama Aksa di telepon. Tiga minggu berlalu, Emily tidak bisa menahan untuk tidak memberitahu Raihand, sebab pria itu adalah pendengar setianya selama belasan tahun. “Iya, dong. Bukannya kamu bilang harus ada peningkatan? Sekarang, aku ngerasain bahagianya saat Aksa ngasih perhatian. Ini beneran bisa bikin aku gila ... harusnya kamu ada di sini, Rai. Biar kita bisa makan bareng buat ngerayainnya. Aku traktir makanan kesukaan kamu,” jawab Emily penuh semangat. Raihand tertawa renyah. “Kedatanganku hanya akan menimbulkan masalah, Emily. Kau tahu sendiri bagaimana Aksa membenciku.” “Aksa nggak pernah benci kamu, Rai. Dia itu tipe orang yang m

