Caramel lebih memilih untuk menggunakan taksi daripada menggunakan salah satu dari sederet mobil yang nangkring di parkiran kediaman Agenta. Memang segala sesuatunya selalu tidak sesuai dengan harapan. Caramel kira dengan ia menggunakan taksi dapat memercepat jalan, namun ternyata nyatanya TIDAK. Caramel dengan tipikal yang tidak sabaran dan bar-bar, sering kali menegur sopir taksi yang mengemudi taksi yang ia gunakan. Setelah beberapa lama, akhirnya taksi yang ia gunakan mendarat dengan sempurna di depan gedung mewah yang menjulang tinggi. Caramel keluar dengan sedikit kesal, ia juga sempat menendang badan taksi dengan kakinya. Tak lupa dengan kewajiban, ia membayar ongkos kepada bapak sopir yang sayangnya sudah berumur. "Pak, lain kali kalau bapak di suruh ngebut, ya ngebut. Saya sam

