Dengan perasaan yang sangat kesal, emosi yang tidak bisa tahan lagi, pikiran yang sudah tidak bisa di kontrol dengan baik, Caramel menghampiri Gisella dan Deon dengan perasaan yang dongkol. Meski ia tahu kalau orang tuanya sedang berbincang dengan orang lain, Caramel tidak merubah ekspresinya sedikit pun. Caramel selalu menunduk, ia selalu saja ingin menangis semenjak keluar dari toilet. Menyembunyikan air mata yang jatuh dengan cara menunduk meski tidak ada sesuatu yang istimewa di bawah adalah keputusan yang tepat bagi Caramel agar keadaannya tidak mudah diketahui oleh orang lain. Jika sampai hal ini diketahui, pasti akan menjadi topik pembicaraan. Apalagi di acara ini ia menjadi bintangnya alias sebagai pendamping penerus Group yang sedang dirayakan. Caramel tidak mau merusak moment ber

