Rey langsung memegang Caramel, Geraldo pun juga memegang Sisca. Menjauhkan mereka berdua. Semua orang yang berada di ruangan itu syok dan tidak percaya denga napa yang dilihatnya. “Apa yang kamu lakukan, Sisca!” Teriak Rey. Ia marah dengan sikap Sisca yang dengan teganya langsung menampar Caramel. “Kamu gak apa-apa kan, sayang?” Tanya Rey pada Caramel dengan lembut. Caramel menitikkan air matanya. Ia juga syok dengan perlakuan Sisca. Apa yang dilakukan Rey pada Sisca sangat berbeda dengan apa yang dilakukan Rey pada Caramel. Sisca cemburu. Geraldo berusaha untuk menjaga Sisca agar tidak menyerang Caramel kembali. “Asal kamu tahu ya Rey, dia itu tidak pantas untukmu. Dia punya kejiwaan yang bermasalah. Dia gila!” ujar Sisca meledak-ledak. Caramel semakin menangis. Rey takut kalau Car
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


