Copot!

1166 Kata
Rey dan Caramel keluar dari toko dengan muka yang apes. Apes karena tidak bisa membelikan kucing peliharaannya makanan dan apes karena pertemuan pertama mereka yang sama sekali tidak ada kesan menariknya. "Lo sih. Coba saja lo gak main nyerobot aja. Pasti udah jadi milik gue" Kesal Caramel menghentikan langkah Rey yang akan masuk ke mobil mewahnya. Rey membatalkan niatnya untuk masuk mobil dan menghampiri Caramel yang sedang merenggut sambil menendang-nendang batu di jalanan. "Perasaan yang mau nyerobot lo deh?. Lah sekarang kok malah nuduh gue. Dasar orang gila! " Ujar Rey menuduh kembali dan sengaja memperbesar nada bicaranya. "Hey! Kalau ngomong itu harus ada dasarnya ya. Jangan asal bicara tapi ujung-ujungnya kosong!. Yang duluan ke toko itu gue, bukan lo. Dasar manusia kelebihan waras!" Ucap Caramel tidak kalah keras demi melawan Rey karena tidak terima. "Lah, emang gue waras!. Lo? Heh, lihat penampilan lo sekarang. Udah kayak orang gila!. Rambut acak-acakan kayak sarang burung walet, baju udah gak matching, belek mata masih stay di muka, sepatu beda sebelah. Heh, semua orang juga tau kalau lo itu orang gila!" Ujar Rey menilai penampilan Caramel. Rey berbalik dan kembali ke mobilnya setelah mengucapkan kata menyakitkan untuk Caramel. Bukan Caramel namanya kalau diam tak berkutik begitu saja, dia berlari menuju Rey yang akan masuk ke dalam mobil sport miliknya. Caramel berlari dan menyerang Rey. Menarik rambut Rey dan menyeretnya ke belakang mobil milik Rey. Rey berteriak minta tolong, tapi tak ada satu pun yang mau menolongnya. Bahkan mereka bukan dikira musuh, melainkan pasangan yang sedang bercekcok manja. Bagaimana tidak manja, Caramel memang merenggut rambutnya tetapi Rey tidak menjambak balik. Malah dia berpegangan di pinggang Caramel. Siapa yang enggak menyalah artikan tingkah mereka? Tentu saja mereka seperti pasangan unyu yang sedang berdebat. "So sweet banget sih. Kalau ada masalah di bicarakan atuh, jangan main jambakan manja kayak gini. Kan diriku jadi baper" Ucap salah satu pelanggan toko yang baru saja keluar. Sontak Rey dan Caramel menghentikan aksi jambak-pegangan mereka dan menoleh garang ke arah suara yang menginterupsi. "Baper!? Perut lo laper!" Teriak Rey dan Caramel bersamaan. Sadar akan ucapan mereka yang sama, mereka saling tatap-tatapan garang kayak kucing meong garong. "Tuh kan cocok. Kalau udah cocok, tinggal nikah aja langsung atau mungkin kalian udah jadi suami istri ya?" Ledek seorang perempuan yang sama dan berlalu begitu saja meninggalkan mereka berdua yang masih kesal. " Ihh, ogah!" Ucap Caramel dan melepaskan jambakan tangannya dari rambut Rey. Tunggu! Tangan Rey masih stay dong di pinggang Caramel. Nyaman ya bang?. Merasakan hal yang aneh, Caramel melihat pinggangnya yang terasa berat. Caramel melihat tangan Rey masih stay di pinggangnya. Caramel mengambil tangan Rey paksa dan menggigit tangan nakal Rey karena lancang menyentuh tubuhnya. Eitsss, tangan kamu juga lancang ya Caramel karena menjambak rambut Rey!. Kalian udah sama-sama adil!. "Aaaaa.... Sakit g****k!" Teriak Rey setelah tangannya di gigit. "Biarin!" Ujar Caramel santai. Caramel berlalu meninggalkan Rey yang masih kesakitan dengan bekas gigitan yang sangat kentara. Bekas gigitan berwarna merah muda yang tercetak jelas di lengan putih Rey. "Eh! Lo mau kemana? Tanggung jawab dulu woy!" Teriak Rey mencoba menghentikan langkah Caramel yang semakin lama semakin jauh. "Gue hamilin lo dulu, baru gue tanggung jawab!" Sahut Caramel menjawab Rey dengan teriakan yang lebih keras. "Yaudah, hamilin gue! Woy! Balik woy!" Teriak Rey tidak kalah keras. Karena merasa teriakannya sia-sia, Rey merenggutkan bibirnya dan mengelus tangannya yang kena gigit kucing betina liar. Tingkah Rey saat ini persis seperti anak kecil yang tidak di kasih permen oleh bundanya. "Eh, kok gue mau di hamilin dia ya? Amit-amit deh, jangan sampai gue nemu orang semacam dia lagi" Ucap Rey dan masuk ke dalam mobilnya. Kalau begini, yang salah siapa? Yang waras juga siapa? Toh, Rey juga mau di hamilin Caramel. Enggak kebalik!?. Entah. *** "Mama! " Teriak Caramel memanggil Gisella yang sedang masak di dapur. FYI, Gisella bakal memasak tiga kali dalam sehari. Breakfast, Lunch, sama Dinner (sok inggris). Kebayang kan gimana lelah dan penatnya mama Gisella setiap hari, ditambah harus mengurus 2 bayi tua. Deon dan Caramel adalah makhluk asuhan Gisella yang cantik supernatural dan sabar sejagat raya. Plakk... Jangan terlalu lebay deh author. "Iya!" Sahut mama Gisella dari dapur. Caramel menghampiri Gisella yang sedang sibuk mengubek-ubek peralatan dapur. Caramel sama sekali tidak berminat membantu Gisella dan mengambil air minum dari kulkas, menuangkannya ke gelas dan meminumnya dalam satu kali tegak. "Eh... Eh... Eh... Jangan kayak gitu minumnya. Enggak baik" Teriak Gisella yang akan menghentikan aksi Caramel, tapi nihil. Caramel sudah meminumnya habis. Dalam satu kali tegak. Ingat, satu kali tegak. "Udah masuk semua ma, masak apaan?" Ujar Caramel. "Masak ayam balado, sop, sama sambel tempe kering kesukaan kamu. Kenapa emang? Mau ikut masak?" Ajak Gisella.p Gisella memasak makanan sederhana untuk keluarga yang tidak sederhana. Mereka adalah keluarga terpandang, tapi mereka tetap mengutamakan kesederhanaan. "Enggak lah. Ma, Catty udah puasa lo dari kemarin, tadi makanan kucingnya udah habis di toko yang biasa tempat kita beli. Gimana dong, masa iya Catty harus diet. Kan kasian ma" Ujar Caramel dengan nada yang sedikit sedih. "Catty puasa? Sejak kapan?" Tanya Gisella keheranan sampai melepas sendok sayur yang dipegangnya dan menghampiri Caramel di meja makan. "Sejak kemarin ma" Jawab Caramel sedih. "Lah, dari kemarin sampai tadi pas kamu kabur keluar rumah, Catty makan terus kok" Ucap Gisella. "Loh, bukannya dari kemarin dia puasa?" Tanya Caramel memastikan sekali lagi. "Kamu ceknya kapan?" Tanya Gisella "Kamis?" Ucap Caramel tidak yakin "Ini hari apa?" Tanya Gisella sekali lagi. Sebenarnya dia tau kebenarannya seperti apa. "Sabtu" "Nah. Itu masalahnya" "Ha? Caramel enggak ngerti" "Kamu keluar kamar gak kemarin?" "Enggak. Lah iya ya, aku enggak keluar kamar kemaren. Berarti si Catty gak puasa dong" Ucap Caramel kegirangan. Wait!. Caramel kegirangan karena Catty enggak jadi puasa atau karena di enggak keluar kamar?. Caramel memang beda dan penuh kejutan. Bad job for Caramel! "Lah iya. Mana mungkin mama biarin Catty puasa, yang ada kamu yang puasa" Ujar Gisella dan melanjutkan masaknya. Gisella kembali fokus memasak untuk orang rumah tercinta sedangkan Caramel sedang live streaming MV BTS terbaru dengan suara yang mendengungkan telinga, judulnya pasti kalian udah tahu. Keasyikan dengan pekerjaan masing-masing sampai tidak menyadari Deon yang sudah pulang untuk lunch. Deon masuk ke dalam rumah dan berteriak memanggil, namun tidak ada satupun yang menjawab. Sudah menjadi kebiasaan, Deon berlalu menuju dapur dan akhirnya menemukan orang yang dicarinya. Setelah musik dengan speaker menggema kediaman Agenta berhenti berbunyi, Deon tidak ingin menyia-yiakan kesempatan lagi. "Copot!" Teriak Deon mengejutkan dua insan yang sedang fokus dengan kegiatan masing-masing. "Copottttt!" Sambung keduanya ikutan latah. Gisella yang sedang memotong tempe, terkejut dan berteriak latah. Begitu juga dengan Caramel yang sedang konser dengan tongkat sapu di tangannya. Karena tidak terima di kejutkan dan tidak ada aba-aba sebelumnya, baik Caramel dan Gisella sama-sama mengejar Deon. Ketiga orang itu saling kejar-kejaran seperti tidak menyadari umur mereka yang sekarang. Berasa kek anak kecil, padahal udah tua. Tunggu, kalau di kejutkan emang gak boleh ada aba-aba sebelumnya kan? Lalu yang salah siapa dong?.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN