"Aaa pengen bawa pulang." rengek Kaleena layaknya anak kecil di depan kaca. Dokter meminta suster, untuk mengizinkan ibu dan ayahnya untuk melihat bayinya. Awalnya Kaleena begitu antusias dengan hal itu. dia sudah tidak sabar untuk melihat bayinya yang mungil tertidur di dalam boks bayi. Tapi yang ada, sebelum dia masuk kedalam ruangan itu Maura datang dan langsung mendorong tubuh Kaleena hingga terjungkal. Untung saja Magdalena sigap dan langsung menahan tubuh Kaleena agar tidak mengenai benda tajam. "Maura apa yang kamu lakukan! Kamu bisa membahayakan Kaleena loh." kata Magdalena sedikit kesal. Maura menatap Magdalena tidak peduli, lalu menatap Kaleena dengan tatapan tidak peduli. "Aku yang akan jadi ibunya, Mi. Jadi aku pikir aku yang harus masuk." ucapnya percaya diri. "Tapi dokt

