Secret-61

1737 Kata

Memasuki bulan ke tujuh, Kaleena benar-benar kesulitan untuk bangkit dari duduknya. Perutnya sudah semakin besar, badannya juga sudah melebar lebih parah dari yang kemarin. Dia sudah kesulitan untuk melihat ujung jempol kakinya, bahkan untuk memotong kuku kakinya saja Kaleena sudah tidak bisa. "Selamat pagi … " sapa seseorang. Kaleena menoleh, dia pun tersenyum kecil ketika melihat Alden masuk ke dalam kamarnya. "Selamat pagi juga. Nggak ke kantor?" Alden menggeleng, mana mungkin dia tega meninggalkan Kaleena dengan keadaan seperti ini untuk pergi ke kantor. Walaupun rumah ini banyak sekali orang, nyatanya Alden juga tidak tega jika Kaleena dijaga oleh orang lain kecuali dirinya. Mengusap perut Kaleena yang sudah membesar, Alden juga tak lupa untuk menyapa calon anaknya. Hampir setia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN