Kaleena duduk manis di pantry bersama dengan Sekar dan juga Fanny. Mereka berdua untung saja kebagian shift pagi, jadi Kaleena tidak akan mati kutu ketika di hotel sebesar ini layaknya orang bodoh seorang diri. Kembali mengambil biskuit Kaleena pun makan dengan lahap nya. "Aaaaa kangen kalian aku tuh." pekik Kaleena. Sekar dan Fanny tertawa kecil, berkat Kaleena mereka berdua bisa santai layaknya bos. Mereka tidak mengangkat jika hidup Kaleena seperti ini. Padahal Dekat sudah berpikir, kalau Kaleena ada berakhir dengan Aiden dan hidup bahagia bersama. "Kalau dari awal gak begitu, ya mungkin aku Msia bersama dengan Aiden. Tapi kan, aku udah pilih jalan hidup aku kayak apa. Jadi ya udah jalanin aja." ucap Kaleena. "Kalau nggak terima, emangnya kamu mau apa Kaleena. Mau melawan takdir

