Kaleena menganggap lihat apa yang ada di depan mata. Disana banyak sekali lilin di setiap sudut ruangan, meja melingkar di tengah-tengah lilin dan juga lampu yang menyala warna warni. Bahkan jika dilihat banyak ada cahaya itu tanpa lampu led atau lampu besar untuk menerangi semua ini. Wanita itu menerima uluran tangan Alden yang menuntunnya berjalan pelan ke atau meja. Bahkan Kaleena sudah memikirkan banyak sekali makanan lezat di atas meja itu. Tapi yang ada, Kaleena malah melihat tahu crispy, kentang goreng, cup cake, puding, macaron dan juga masih banyak cemilan lainnya. "Astaga Alden … " pekik Kaleena terkekeh kecil ekspektasinya terlalu tinggi, hingga membuat Kaleena terjatuh. Alden ikut tertawa. "Kenapa?" "Ini gaunnya bagus banget loh." Alden semakin tidak mengerti dengan uca

