Senja telah menyambut, hari sudah berganti sore. Setelah mengantarkan Shani pulang, Venus segera balik ke rumahnya. Membersihkan diri terlebih dahulu dan mengganti baju santai. Venus membawa kameranya berjalan ke balkon kamarnya. Suara melengking milik Stevanya terus terngiang ditelinganya. Venus melihat ke arah foto yang terpajang di dinding kamar sembari tersenyum tipis. Ia kemudian memfokuskan mata melihat video Steva yang masih tersimpan di sana. Venus menghela napas berat, sesak di dadanya mulai terasa kembali. Bayangan wajah polos Steva sangat sulit ia lupakan. Bagaimana ia bisa memaafkan Ghani, sedangkan dirinya belum tahu pria itu bersalah atau tidak. “Kakak janji, akan memberimu keadilan,” ujarnya ketika melihat video Steva yang sedang bernyanyi. Venus kembali teringat saat Gh

