Setelah mengantarkan Venus ke kamarnya, Shani langsung merebahkan diri di kamarnya sendiri. Ia menatap langit-langit kamar sembari memikirkan perkataan Sastra tadi. Shani tak bisa berpikir dengan jernih karena pria itu juga ingin melibatkan sepupunya. “Shan, kamu sudah tidur?” suara ketukan dari luar membuyarkan lamunan Shani. Ia bangkit dan duduk di pinggir ranjang. “Aku mau bicara, boleh masuk, nggak?” ulangnya lagi. Shani tak menyahut, ia tahu Heru ingin mengatakan tentang perkataan Sastra tadi. Shani tak ingin mendengar apa pun dari sepupunya itu. “Pria itu mengajakku bekerja sama untuk menyingkirkan Venus. Aku nggak mau kamu salah paham, Shan.” Shani masih belum mau beranjak. Ia ingin mendengarkan apa yang dikatakan Heru selanjutnya. Gadis itu melangkah pelan menuju pintu dan men

