Shani memaksakan matanya untuk melek saat mendengar alarm di ponsel. Ia memukul-mukul kepalanya yang terasa pusing. Dengan langkah sedikit sempoyongan, ia berjalan ke arah kamar mandi. Ia merasa ingin berendam saat melihat bathtub yang luas. Namun, keinginan itu ia urungkan saat sadar kalau sebentar lagi matahari akan segera menyingsing. Shani segera mandi dan mengambil wudhu untuk shalat. Ia ingin merenungkan semua kesalahan yang mungkin tanpa sadar pernah dilakukannya pada Muti hingga membuat wanita itu marah. Shani berurai air mata saat berdoa pada Sang Illahi dengan memohon berulang kali untuk diberikan hidayah pada Muti. Shani nggak ingin hubungannya dengan sang sahabat semakin merenggang. Saat Shani telah selesai berdoa dan hendak melipat kembali mukenahnya, tiba-tiba pintu kamar S

