Langit kota Jakarta semakin menghitam, menghalangi Sang Surya yang masih berusahamenerobos untuk memberikan cahayanya. Dalam hitungan tak sampai satu menit, rintik demi rintik mulai berjatuhan, membasahi kota metropolitan ini. Hujan turun tepat saat Shani dan Venus sedang dalam perjalanan menuju tempat Ralisa diemukan tewas. Dulu Shani pernah melihat sesuatu saat menyentuh barang Ralisa ketika mereka menyelidiki kasus itu. “Ven, apa Della sudah menghubungimu?” tanya Shani di tengah-tengah perjalanan mereka. “Belum,” jawab Venus menggeleng. Shani menarik napas kasar. “Kok, perasaanku nggak enak, ya.” “Mungkin Della masih sibuk dengan pekerjaannya saat ini. Berdoa saja, semoga dia bisa mengatasi masalahnya.” Shani terpaksa menggangguk setuju karena dia harus tetap menjalankan tugasnya

