SEBUAH JANJI

1250 Kata

Hidup berdua walau hanya sesaat. Kini itu yang Rere dan Lukman alami sekarang. Situasi yang canggung bagi Rere, tapi tidak bagi Lukman. "Bu, di mana Pak Yosi?" Lukman heran. Tanpa pamit Yosi malah pergi. "Katanya ada urusan." Rere hanya berdiri di pintu kamar. Ia tak berani keluar karena Lukman ada di ruang tamu seraya duduk menatap layar ponsel. "Ke sini, Bu! Mengapa Anda Jauh di sana?" Rere perlahan menghampiri Lukman. Ia membuka jendela yang sedari tadi tertutup. Jam dinding menunjukkan pukul 14:20, Rere perlahan duduk. Ia memilih duduk di dekat jendela. Lukman awalnya hanya ingin melirik Rere, tetapi ia malah penasaran dan kini memandang keseluruhan. "Ada apa, Pak?" tanya Rere. Ia risih diperhatikan. "Cantik." Hanya satu kata itu yang diucapkan Lukman. Setelahnya ia hanya kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN