Dalam kegelapan Debora memejamkan matanya. Dia merasakan sebuah tangan yang melingkar secara posesif di pinggangnya. Aroma maskulin khas pria menyapa indra penciumannya. Aroma yang selama ini selalu membuat Debora mabuk. Pikirannya mulai berkelana kesana-kemari, belum lagi posisinya yang pas untuk bercinta. Debora membuka matanya perlahan saat dia merasakan sebuah usapan di punggungnya. Dia mencoba untuk mendorong pria di depannya sekuat tenaga. Tapi bukannya pergi pria itu maka menarik pinggang Debora, hingga membuat tubuh wanita itu menempel sempurna di tubuh pria itu. Belum lagi deru nafas mint yang sangat ketara, dan pelukan yang berubah menjadi hangat. "Lepasin aku Ken." Debora meronta dia juga mencibir bahkan sampai memukul tubuh Kenzo untuk segera pergi. "Nggak!!" Tolaknya d

