Sudah jam sembilan malam, Aska tak kunjung pulang. Debora tampak gelisah, belum lagi ponsel Aska yang tidak bisa dihubungi sekalipun. Debora memutuskan untuk pergi menjemput Aska. Dia ingin tahu dengan siapa Aska bertemu, sampai-sampai pria itu mematikan ponselnya. Saat keluar dari kamarnya, Lagi-lagi Debora harus berhadapan dengan Kenzo. Pria itu sama sekali tidak lelah untuk tidak mengikuti Debora. Sejak pagi siang tadi Aska berangkat, sampai malam hari pun Kenzo seolah menggantikan sosok Aska di hidup Debora. "Apa!!" Ucap Debora sewot. "Ketus banget sih. Cuma mau nganter susu." Debora menatap segelas susunya dengan malas. Malah bulan perkara bayinya, Debora tidak akan mau meneguk s**u buatan Kenzo. Yang akan membuat perutnya sakit. Lebih baik dia menunggu Aska saja yang membu

