NTM-40

2182 Kata

Helaan nafas keluar dari bibir mungil Debora. Wanita itu duduk di pinggiran taman seorang diri. Matanya menatap kosong secarik kertas yang dia pegang sejak pulang dari rumah sakit. Apa yang harus dia lakukan? Apa yang harus dia katakan pada kedua orang, yang mungkin saja saat ini tengah menunggunya pulang. Wanita itu menutup matanya secara perlahan. Bersamaan dengan itu air matanya pun jatuh secara perlahan pula. Ucapan Kenzo dan juga janji-janji Kenzo dulu selalu berputar dalam ingatan Debora. Yang katanya dulu akan menceraikan Nadine dan memilih Debora. Yang dulu bertanggung jawab saat Debora hamil. Yang dulu katanya ingin menikahi Debora, tapi nyatanya nyakitin dan ninggalin Debora. Belum lagi saat ini dia tengah hamil, dan esok adalah hari pertunangannya dengan Aska. Dan sekara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN