Meninggalkan apartemen miliknya, Nino langsung menuju apartemen milik Dava, teman sekaligus dokter mata yang akan menangani Suci selama di Jakarta. "Hai dav. Gimana kabar Lo?" tanya Nino saat Dava membuka pintu. "Alhamdulillah baik. Lo gimana?" "Alhamdulillah." "Udah sampe aja Lo. Kenapa gak ngabarin gue? Siapa tau gue bisa jemput di bandara." "Itulah. Gue emang sengaja gak kasih tau Lo, biar Lo gak usah repot-repot jemput gue," ucap Nino. "Assalamualaikum tante," sapa Nino pada Lastri, ibu Dava. "Ya Allah. Kamu Nino? Teman kuliah Dava dulu?" tanya Lastri. "Iya. Tante masih ingat kan?" "Jelaslah Tante masih ingat. Karena teman Dava yang paling dekat, ya cuma kamu." Lastri tersenyum. "Duduk dulu no. Lo pasti capek kan," tawar Dava. "Makasih dah." "Oh iya, ngomong-ngomong kata Da

