Selama perjalanan pulang menuju apartemen, Suci hanya merenung dan terdiam. Hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang. Keceriaannya sirna begitu saja akibat musibah yang ia alami. Kebutaan yang ia alami sekarang, benar-benar telah merenggut kebahagiaannya satu per satu. "Sayang… are you oke?" Nino menggenggam tangan Suci erat. "Ya…" jawab Suci. Hanya itu kata yang keluar dari mulutnya. "Kamu pasti memikirkan apa kata Dava tadi ya? Jangan terlalu dipikirkan ya sayang. Kamu bisa sembuh kok. Aku yakin itu." Nino mengecup punggung tangan milik Suci cukup lama. "Apa kamu yakin?" tanya Suci yang sedikit menggerakkan kepalanya hampir menghadap Nino. "Aku sangat yakin. Sangattt yakin." Nino mengelus rambut milik Suci. "Tapi aku ragu." "Jangan ragu. Kita terus berdoa saja ya. Allah kan gak per

