"Vano?" ulang Sveta tak percaya. "Emang kamu nemu dimana sih nama itu?" tanya Sveta meragukan penemuan Vano. "Setelah sakit aneh yang tiba-tiba menyerang jantungku, tiba-tiba saja ada beberapa potong ingatan masuk ke kepalaku, Dok. Meski merasa aneh, tapi aku yakin wanita itu memanggilku Vano." "Ohh, baguslah kalau begitu. Kita lanjutkan membahas tentang jati dirimu nanti, karena aku harus segera ke TKP," jawab Sveta sambil tergesa-gesa pergi. Vano mengekori langkah Sveta masuk ke mobil, "TKP apa, Dokter?" "TKP pembunuhan," jawab Sveta singkat. "Hahh.." Vano Syok mendengar jawaban itu. "Tapi untuk apa Dokter pergi ke TKP pembunuhan?" lanjut Vano masih tak mengerti. "Aku ini psikolog forensik, Kano..." Sveta membulatkan matanya. "Vano, Dok!" koreksi Vano. "Ohh, jadi pekerjaan ps

