"Dokter kenapa muram?" tanya Halau menyambut kedatangan Sveta. "Pusing.." jawab Sveta singkat sambil menghempaskan tubuh lelahnya ke sofa. "Cowok tadi gak macem-macemin Dokter kan?" introgasi Halau penuh kekhawatiran. "Dia melamarku..." kata Sveta malas. "Apa? Terusss, Dokter menerima lamarannya?" sentak Halau syok. Sveta menggeleng, "Lebih baik nikah sama kamu daripada nikah sama manusia es itu." Halau lega mendengar jawaban Sveta, "Nahh, gitu dong... Terus kapan nih kita nikahnya?" Sveta menatap sebal ke Halau, "Sini." Halau mendekat ke arah Sveta dengan riang. Sveta menghempaskan tamparannya ke pipi Halau tapi tamparan itu hanya lewat menembus tubuh arwah penasaran itu. "Kau lihat kan? Menyentuhmu saja aku tak bisa, bagaimana mungkin kita menikah?" semprot Sveta ketus. "Dok

