"Berguru padaku??" Evan menyemburkan sandwich yang baru saja dikunyahnya, karena syok dengan permintaan Vano yang kini bersarang dalam tubuh Dirham. Vano terus memohon dengan rengekan-rengekan manja nan memaksanya. Sementara Evan masih begulat dengan logikanya, yang mengatakan bahwa Dirham tidak mungkin mengatakan hal-hal ngawur seperti ini. Kecuali Dirham sedang kesurupan? "Sebagai gantinya, aku akan menjadi abdi Kak Evan deh? Aku akan memijat tubuh lelah, Kak Evan. Aku akan menyiapkan kopi setiap pagi untuk, Kak Evan. Aku akan membersihkan kamar, Kak Evan. Aku bahkan rela menjadi kameramen suka relawan, apabila Kak Evan berencana syuting adegan syurr lagi?" cerocos Vano sambil mengitari kursi Evan. "Cukup," Evan berdiri lalu mendekati Dirham. "Apa kau sakit?" tanya Evan khaw

