Air mata bening itu menitih hangat di pipi Dirham, pria ini kini duduk sedih di samping ranjang sang ibu. Setelah tadi sempat mendengar bahwa Sveta menjumpai arwah ibunya, ketakutan semakin menghantui pikiran Dirham. Dia benar-benar belum siap kehilangan wanita yang paling di sayanginya, dia benar-benar tidak sanggup jika secepat ini ibunya harus pergi. Sementara itu, Sveta akhirnya berhasil mengejar arwah Wilona. "Tante," panggil Sveta lantang. Wilona berhenti dan tampak heran Sveta mampu melihatnya, "Kamu bisa melihatku, Sveta?" Sveta mengangguk, "Iya, Tante. Ve mohon, tante Wilona bangun ya? Kasihan Dirham." "Iya, kasihan Dirham," kata Wilona yang kini menunduk sedih. "Tante sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bertahan, tapi tante tak bisa lagi mengelak jika waktu tante

