Special 55

1663 Kata

"Naura?" Wanita itu menoleh kesumber suara yang memanggilnya, seketika tubuhnya membeku menangkap sebuah sosok yang berdiri menatapnya dari ujung pintu. "D-Dhany?" suara Naura terdengar sedikit bergetar. Dhany berjalan menghampiri Naura yang berada persis di samping ranjang Vano, "Kenapa kau harus lari dan bersembunyi selama ini?" Naura tak menjawab, hanya air mata bening yang terus menitih dari sudut matanya. Sveta memperhatikan pertemuan mereka dari jendela, sambil ditemani berisiknya hantu Vano yang sedari tadi memaki dan mengumpat Sveta yang telah membocorkan nomor kamarnya pada si Om lebay Dhany. "Karena aku tidak mau mengganggu hidup bahagiamu, Dhany," jawab Naura lirih. "Aku ayahnya, aku berhak tahu kelahiran puteraku? Dia pun berhak tahu kalau ayahnya masih ada? Kenap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN