Sveta POV Dengan riangnya Sano menggandeng lengkanku menuju ke kamar pengantin kami. Sepanjang perjalanan tak hentinya dia mengeluh kelelahan berdiri, dan membenci acara bersalaman dengan ratusan tamu yang hadir. Terlebih saat teman-teman Dirham yang bertandang ke pelaminan untuk mengucapkan selamat, hantu galau itu semakin kelabakan dan panik menjawab pertanyaan serta gurauan dari teman-teman Dirham. "Kenapa pengantin harus dibuat selelah ini sih, di hari pernikahannya? Mereka gak mikir apa, kalau kita habis ini bertempur di atas kasur?" celotehnya berhamburan. Kami akhirnya tiba di kamar hotel yang sudah di dekorasi menjadi kamar pengantin, Lano membuka pintu kamar itu penuh semangat. Tampak ranjang king size dengan sprei putih, bertabur kelopak bunga mawar merah. Di atas

