Sveta bangun karena perutnya tak henti bererit meminta tumbal untuk di giling pagi ini, terlebih aroma hidangan lezat semerbak mewangi di ruangan itu. Dengan senyum lebar Sveta menghampiri Dirham yang sedang menyiapkan meja makan mereka, "Udah bangun dari tadi?" Dirham hanya mengangguk sambil terus fokus menata makanan-makanan itu, perilaku sok cool Dirham membuat Sveta terkekeh. "Enggak pantes tau," ejek Sveta. "Apanya?" tanya Dirham datar. "Kamu Tuhh gak cocok, gaya sok cool kayak Dirham gitu," kata Sveta sambil mencomot sepotong udang tepung. Dirham makin bingung oleh ucapan Sveta, pria cerdas itu bahkan tak mampu mencerna perkataan Sveta yang menurutnya masih dibawah pengaruh kantuk. "Begitu ya.." akhirnya hanya itu yang keluar dari mulut Dirham. "Ahh, jangan-jangan kamu s

