114. Dania menjenguk Damar

1201 Kata

Darwin menatap putranya yang masih belum sadar. Entah sampai kapan. "Cepat bangun, Nak. Jangan ninggalin papa seperti mamamu," gumamnya dengan sendu. Rama menepuk pundak sang teman. "Sebentar lagi dia pasti bangun." "Kamu ingat dulu? Dulu dokter bilang, mamanya udah stabil setelah drop dan kritis. Tinggal nunggu siuman. Tapi beberapa hari gak juga siuman dan akhirnya ...." Darwin menghela napas panjang tanpa melanjutkan ucapannya. "Bukan berarti Damar juga akan seperti ibunya." Darwin diam. "Sudah, lebih baik kamu pulang, ajak juga Fani. Biar aku dan Andini yang jagain Damar sampai Wira datang. Kamu butuh istirahat," ujar Rama. Darwin tidak mengatakan apa-apa lagi. Menghampiri sang istri lalu mengajaknya pulang. Fani awalnya menolak. Tetapi akhirnya menurut. Di rumah ia pun meninggal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN