115. Siuman

1106 Kata

"Ayah, jawab Dion. Kenapa papa Dion diem aja?" Dion kembali bertanya karena sang ayah tak juga menjawab kebingungannya. "Papa Dion kan lagi tidur. Makanya gak denger Dion bicara. Dion pulang aja dulu sama oma dan opa. Nanti tidur sama ibu. Ada Ibu Isna juga. Kalau Papa Dion udah bangun, nanti ayah kasih tau," ujar Wira. "Ayah, bangunin aja papanya. Goyang-goyangin kakinya papa, Ayah. Nanti papa bangun," ujar Dion. "Gak bisa, Sayang." "Bisa, Ayah. Dion juga suka gitu kalau bangunin papa. Ayo, Ayah coba dulu!" Antara bingung dan gelas dengan tingkah lucu sang anak, Wira menggaruk kepala yang tidak gatal. "Dion! Ayo, opa udah nunggu." Andini masuk setelah menunggu tetapi Dion dan wira tak juga keluar dari ruangan itu. "Tuh, oma udah jemput Dion. Ayo, Ayah antar Dion ke mobil," sahut Wi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN