""Setelah menyerahkan kelima maling kepada Mardi, semua wargapun membubarkan diri.
Mardi langsung membuka pintu gudang itu dan menyuruh kelima anak buahnya untuk keluar.
Cepat keluar kalian semua dari gudangku teriaknya menggelegar.
Kelimanya pun patuh mereka keluar dari gudang dengan menundukan kepalanya.
Dug..... Dug..... Dug ....Dug.... Dug....
Karena lelet Mardipun menendang kelimanya satu persatu.
Bodoh...... lelet sekali kalian semua hah,
ingat kalian aku lepaskan, tapi jangan tunjukan wajah kalian dikampung ini.
Kalian boleh merampok ataupun mencuri, tapi bukan dikampung ini lagi, Tapi dikampung sebelah.
Aku sudah menugaskan yang lain untuk, menggantikan tugas kalian dikampung ini.
Pergi kalian dan lakukan tugas kalian selanjutnya ucap Mardi lagi. Jangan sampai gagal lagi, karena kalau kalian gagal lagi belum tentu aku bisa menolong kalian lagi teriak Mardi lagi.
Baik juragan. Merekapun pergi secepat kilat sebelum Mardi kembali mengamuk dan menghajar mereka semua.
Selama seminggu keadaan kampung Cisaat sudah kembali aman. Wulan dan Bu Sitipun memulai tugasnya kembali.
Wulan dan Bu Siti mencoba menanam beberapa sayuran disamping rumah Bu Siti.
Bu Siti membeli sepetak tanah kecil disamping rumahnya milik Aki Jalu.
Dan aki Jalupun menjualnya karena Wulan memberinya dengan satu emas.
Wulan ingin kehidupan Bu Siti lebih maju setelah nanti dirinya keluar dari kampung Cisaat ini. Dengan dibantu beberapa tetangganya Akhirnya pekerjaanpun cepat selesai.
Lapor juragan ucap satu anak buah Mardi menghadap.
Siti membeli tanah dari aki Jalu dengan sebuah emas ucapnya lagi.
Mardi mendengarkan dengan serius.
Menurut warga Aki Jalu mau membelinya karena dibayar dengan emas yang wanita bernama Wulan itu jual pada juragan.
Lalu ucap Mardi lagi.
Tidakkah juragan untuk menyuruh kami mencuri emasnya aki Jalu, juragan.
Kami siap untuk ditugaskan untuk mencurinya ucap anak buah tersebut yakin.
Mardi tersenyum dan menyeringai.
Bagus laporanmu kali ini sangat menguntungkan untukku. Lakukan tugas kalian nanti malam, dan aku akan memberikan bayaran mahal untukmu jika berhasil mencuri emas itu dari aki Jalu.
Baik juragan, juragan tenang saja kali ini kami pasti berhasil.
Setelahnya anak buah tersebut pergi.
Mardi punya rencana licik untuk ini.
Malamnya para anak buah Mardi pun beraksi dan apa yang terjadi? Tentu saja mereka berhasil.
Mardi begitu senang bisa mendapatkan emas tersebut.
Berikut dengan hasil panen milik Aki Jalu semuanya habis.
Keesokan harinya warga kembali gempar.
Rumah aki Jalu ramai dikunjungi para warga.
Kapan kemalingannya ki? Apa yang mereka ambil ?
Kenapa bisa ada maling lagi?
Apa itu maling yang kemarin ucap para tetangganya aki Jalu.
Mereka semua berkasak kusuk.
Semua nya habis, hasil panenku habis dan emas ku yang Wulan berikan padaku dengan ganti tanahku pun semua hilang.
Aki Jalu meraung -raung. Walaupun Aki Jalu paling tua diantaranya dirinya tidak punya malu lagi. Aki Jalu menangis sejadinya.
Bagaimana tidak semuanya ludes tak bersisa.
Anak istrinyapun sama. Bagaimana mereka hidup untuk kedepannya, kalau harta mereka ludes tidak bersisa.
Mardi pun datang disaat sedang ramai membicarakan tentang terjadinya kemalingan tadi malam dirumah aki Jalu.
Apa yang terjadi? Kenapa bisa ada maling lagi. Siapa yang sudah berani maling dikampung ini lagi. Bukankah semua maling sudah ditangkap.
Semua warga melihat kearahnya. Mereka juga bingung, bagaimana making itu bisa ada lagi, bukankah Mardi sudah menyerahkannya pada pihak berwajib.
Banyak dari para warga yang bertanya -tanya.
Kami juga tidak tau kenapa bisa ada maling lagi juragan. Bukankah kemarin juragan sudah menyerahkan semua maling pada pihak berwajib ucap Sapri angkat bicara. Tentu saja aku sudah menyerahkan semua maling itu pada pihak berwajib.
Apa yang mereka maling dari rumahmu Ki ucap Mardi.
Semuanya ludes juragan termasuk uang dan emas pemberian Wulan dari hasil tanah isak Aki Jalu.
Emas..... Aki punya emas juga ucap Mardi pura -pura terkejut.
Benar juragan kemarin Wulan memberikannya pada saya sebagai ganti jual tanah.
Selain Wulan sendiri, siapa yang tau kalau aki punya emas ucap Mardi lagi. Tidak ada juragan hanya Wulan, Siti dan saya yang tau.
Padahal ada lagi satu warga yang tau saat Wulan memberikan emasnya pada aki Jalu tanpa mereka tau. Orang tersebut tidak sengaja lewat depan rumah Siti dan mengintip.
Mungkinkah Wulan sendiri yang mengambilnya, karena hanya dia yang tau bukan. Kita datangi rumahnya saja Ki biar lebih jelas ucap Mardi lagi.
Semua setuju. Tapi tidak bagi aki Jalu, aki Jalu percaya Wulan tidak akan berbuat curang seperti itu.
Tapi karena penasaran juga aki Jalupun mengikuti Saran dari Mardi.
Semua rombongan warga menuju rumah Siti, dan yang paling bersemangat adalah Mardi sendiri.
Mardi akan mengkambing hitamkan Wulan untuk ini.
Wulan cepat keluar.... Siti, Wulan kalian cepat keluar teriakan -teriakan warga mengagetkan Wulan yang sedang berada didlm rumah besrta Siti dan Sari anaknya.
Mereka bertigapun gegas keluar rumah.
Ada apa ini, ramai -ramai datang kerumahku ucap Siti menatap tajam semua warga.
Alah tidak usah sok tidak tau Siti. Kami semua sudah tau kelakuan busuk dan kotormu beserta wanita itu, tunjuk Mardi pada Wulan.
Apa maksud juragan ucap Siti bingung ?
Kembalikan emas milik Aki Jalu yang kalian ambil semalam teriaknya lagi.
Emas... emas siapa juragan, kami tidak mengambil emas milik Aki Jalu ucap Siti lagi.
Wulan diam saja, ingin melihat apa yang akan Mardi lakukan padanya.
Geledah rumahnya Siti dan temukan apa saja yang semalam hilang dirumah Aki Jalu perintah Mardi lagi. Semua warga serentak menggeledah seisi rumah Bu Siti. Beberapa warga membawa beberapa hasil panen yang entah darimana dan milik siapa. Siti dan Wulanpun tidak tau.
Itu milik saya juragan, ucap Aki Jalu pada hasil panen miliknya. 3karung gabah, satu karung jagung, beberapa tandan pisang dan sayuran lainnya.
Kami menemukan ini dibelakang rumahnya Siti juragan ucap satu warga.
Jadi benar Mereka yang sudah mengambilnya dari rumahmu ki ucap Mardi menggema.
Hu. ...ternyata kalian malingnya ucap Semua warga menyoraki Siti dan Wulan.
Kembalikan emasku Wulan ucap Aki Jalu membentak. Kalau tidak tanah itu kembali jadi milikku ucap aki Jalu lagi.
Tapi kami tidak tau ki kenapa semua milikmu ada dirumah kami ucap Siti lagi.
Alah sudah jangan berkelit lagi. Jangan -jangan maling yang kemarinpun atas perintah kalian kan ucap Mardi lagi.
Bakar. ...rumahnya, dan usir mereka dari kampung ini teriak Mardi lagi menghasut semua warga. Disaat warga ingin membakar rumah Bu Siti, Wulan berteriak dan mencegahnya.
TUNGGU juragan jangan main hakim sendiri, atas dasar bukti apa juragan menuduh kami.
Kami tidak tau kenapa semua hasil panen milik Aki Jalu ada disini.
Alah kalau bukan kau siapa lagi. Mana mungkin semua hasil panen ini bisa jalan sendiri ucap nyalang Mardi.
Baiklah biarkan kami menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan Aki Jalu bagaimana ucap Wulan lagi.
Bagaimana Ki apa Aki setuju dengan usul Wulan?
Baiklah saya setuju ucap Aki Jalu lagi.
Setelah debat panjangpun Akhirnya mereka semua membubarkan diri termasuk Mardi sendiri.
Tinggallah Wulan, Aki Jalu, Bu Siti dan dua orang lagi, Sapri dan Agus yang dekat dengan aki Jalu.
Mari masuk ki kita bicara didalam saja usul Wulan. Merekapun setuju dan masuk kedalam rumah Bu Siti.
Sebelumnya Wulan sempat berbisik pada Aki Jalu untuk rencananya, dan aki Jalu pun setuju.
Baiklah Ki begini saja, saya akan mengganti emas itu kembali ucap Wulan. Tapi tanah itu tetap jadi milik Bu Siti bagaimana ucapnya.
Baiklah saya setuju Neng Wulan.
Wulan pun memberikan emasnya pada Aki Jalu disaksikan Sapri dan Agus.
Setelah selesai Aki Jalupun menyuruh Sapri dan Agus kembali.
Kini tinggal Aki Jalu, Wulan Dan Siti dirumah tersebut.
Bagaimana ki rencana kita. Apa aki setuju ucap Wulan memandang Aki Jalu baiklah Neng Wulan saya setuju.
Bagaimana caranya?
Aki tenang saja saya sudah punya rencana bagus dan ambillah emas palsu ini, emas milik aki akan aman berada ditangan saya. Saya yakin ada mata -mata diantara kalian ki yang melapor pada Mardi.
Baiklah ucap Aki Jalu setuju dan setelahnya pulang. Karena tadi semua hasil panennya sudah dibawa pulang setelah menyuruh beberapa warga.
Lapor juragan ucap satu anak buah Mardi melapor.
Cepat katakan ada apa ucap Mardi lagi.
Menurut Agus, Wulan sudah memberikan emas pengganti untuk emasnya yang hilang.
Apa kau yakin? Sangat yakin juragan, karena saat emas itu diberikan Agus jadi saksi dan melihatnya sendiri.
Ha..... Ha...... Ha.....
Bagus, curi lagi emas itu nanti malam ucap Mardi lagi. Sebentar lagi kekayaannya akan bertambah.
Semua emas milik Wulan akan ia ambil satu -satu. Akankah rencananya berhasil kali ini?