“Chang apan sih!” seru Melanie sembar memalingkan wajahnya kesal, sejak di dalam ruangan hingga kini mereka di dalam lft Chang terus menggodanya. “Makanya senyum dong jangan cemberut seperti itu kan cantiknya ilang!” ejek Chang, memeluk tubuh Melanie yang mungil, aroma tubuh istrinya itu tercium harum sampai mengugah gariahnya. “Bomat!” jawab Melanie singkat. Chang meraih tangan Melanie, dan Melanie langsung menepis tangan Chang. “Idih istriku marah…” ejek Chang kembali. Di tangkupnya wajah Melanie yang cemberut, tatapan mata Chang menuju bibir hingga turun pada dua bukit kembar Melanie yang besar dan padat. Chang melumat bibir merah mudah Melanie lembut, hingga ciuman yang tidak pernah terbalas itu jatuh ke bawah leher jenjang dan berakhir di bukit besar milik Melanie. “Please unt

