Jam sudah menunjukan pukul enam lebih lima belas menit. Chang menggeliatkan tubuhnya diiringi sebelah tangannya menepuk-nepuk samping tempat tidurnya yang terasa dingin tanpa penghuni. “Melanie…” seru Chang terperanjat, Melanie tidak ada di sampingnya. Chang panik, pikirannya pun negative pada istrinya itu. Chang menyangka Melanie pastinya sudah pergi dari rumahnya, meninggalkannya sendirian lalu pergi ke rumah Suami Cadanganya. Ya, Suami Cadangan. Meski rasanya d**a Chang sesak teringat istrinya yang kali ini memiliki Suami Cadangan. Chang turun dari atas tempat tidurnya, mengenakan slipper mencari istrinya di setiap sudut ruangan di dalam kamar pribadinya yang luas dan Melanie tidak ada di mana-mana. Chang membuka pintu kamarnya, berjalan menuruni anak tangga dan menuju dapur. Senyum

