“Apa kau tidak punya rasa malu kah pada Javier, hmm?” tanya Chang tengah merapihkan kembali pakainya dan kemeja Chang yang berantakan, sementra Marsha di samping sana pun sama merapihkan kembali pakainnya. “Kenapa aku harus malu pada Javier? Aku sudah berpisah darinya dan aku saat ini bukan istrinya lagi!” Chang menghela napas pelan-pelan. Sepertinya wanita yang selalu ia anggap sempurna itu saat ini sudah kehilangan akal sehatnya sehingga tidak punya rasa malu. Apa lagi Marsha selalu memperlihatkan sisi wanita murahannya. Lalu kemana kah wanita yang dulu Chang puja itu? Ada apa dengan Marsha? “Malah aku berharap yang tadi datang itu dan melihat kita bercinta adalah istrimu, Melanie.” Marsha mengulas senyum. “Bagaimana yah perasaanya kalau istri tercintamu itu melihat suaminya yang

