Hari libur seperti ini, Revano lebih memilih untuk menghabiskan waktu berdua bersama dengan Melanie. Satu ronde di pagi hari tadi saat ini keduanya sudah sampai di supermarket. “Kenapa menatap gelang pemberiannku seperti itu? Apa kamu tidak suka sayang?” tanya Revano pada sang istri yang sejak tadi diam menatap gelang pemberian dengan senyuman lebar. “Kalau aku tidak suka sudah aku lepas, tetapi aku suka maka-nya aku memakainya. Aku sangat senang sekali dengan hadiahmu ini sayang,” decak kagum Marsha. “Terima kasih kalau kamu suka, bagaimana kalau kita turun dan berbelanja. Sudah sampai.” Melanie mendelik menatap di sekitarnya yang memang sudah berada di tempat parkir. “Oh iyah. Ayo kita turun.” Revano mengangguk, ia pun keluar dari dalam mobil dan menggandeng tangan sang istri untu

