Episode 8

716 Kata
Pagi telah tiba, Saga dan Keira masih tidur nyenyak di dalam kamarnya Keira. Lala pagi-pagi sekali sudah bangun, sudah mandi dan sudah membereskan seluruh rumah. Lala juga sudah masak untuk sarapan Keira dan Saga. Lala kini bergegas ke kamar Keira, kebetulan pintu kamar tidak di kunci jadi Lala bisa masuk. Lala membuka gorden jendela kamar Keira. Dan ketika gorden itu terbuka, Keira langsung mengkrejapkan kedua matanya. "Pagi Keira cantik! " sapa Lala ketika dirinya melihat Keira bangun. Lala langsung menggendong tubuh Keira, "Kita mandi yuk sayang. Terus sarapan. Sekarang Keira berangkat sekolahnya sama Tante Lala saja, " seru Lala. Saga pun terbangun. Saga tersenyum tipis melihat sikap Lala kepada Keira. "Ok Tante cantik! Tapi nanti tante jemput Keira kan? Keira gak mau ke rumah Oma, gak seru, " kata Keira dengan manjanya. "Gak akan ke rumah Oma kok, nanti sama Tante Lala di jemput! Ok! " seru Lala yang berusaha keras untuk dekat dengan Keira. Lala dan Keira pun bergegas ke kamar mandi. Saga pun keluar dari kamar Keira. Setelah Lala selesai memandikan Keira dan membantu Keira memakai seragam sekolah, Lala bergegas masuk ke dalam kamar Saga. Lala menyiapkan pakaian kerja untuk Saga. Hal kecil yang tidak pernah di lakukan Salsa, kini Lala melakukannya. Lala ingin membuat Saga tersentuh, dan setuju dengan tawarannya. Klek Suara pintu kamar mandi terbuka, Saga baru selesai mandi. Tubuh Saga hanya di tutupi oleh handuk dari pinggang sampai lutut. Lala menelan saliva nya ketika melihat Saga yang bertelanjang ddada. "Lagi ngapain kamu? " tanya Saga ketus. "Lagi nyiapin pakaian kerja untuk Tuan, " jawab Lala dengan ramahnya. "Oh! " Saga mangut-mangut. Perlahan-lahan Saga menghampiri Lala. Setelah mendekat Saga menghempas tubuh Lala ke atas tempat tidur. "T-tuan mau ngapain? " tanya Lala dengan tubuh yang sudah gemetar. "Kau kan sudah menjadi wanita simpananku, jadi pagi ini sebelum aku kerja kau layani aku dulu, " kata Saga dengan seringai liciknya. Saga mencengkram kedua tangan Lala, kini Lala berada dalam kungkungan Saga. "T-tapi Tuan, nanti Non Keira bisa terlambat pergi ke sekolah, " kata Lala yang berusaha untuk memberontak. "Cuman di sini saja. " Saga menyentuh bibir Lala. Membuat Lala melongo, detak jantung Lala kembali berdegup cepat. Lala refleks saja memejamkan kedua matanya. Saga segera mendaratkan sebuah kecupan lembut di bibir ranum Lala, kecupan itu semakin dalam saja. Keira menunggu Lala kembali ke kamarnya. Sedangkan Lala dan Saga masih berkecupan panas. Tangan Saga sampai memainkan aset Lala yang kembar itu, sudah lama sekali Saga tidak memainkannya. Sedangkan Salsa dan Sean masih berlanjut, dari jam 5 lewat keduanya kembali berg*lut. Sean sudah mulai ketagihan. "Sayang apakah pagi ini tidak ada jadwal syuting? " tanya Salsa kepada Sean dengan nafas yang terengah-engah. "Ada, jam 9 pagi sayang! Ah masih keburu sayang. Huft... luar biasa sayang. Ternyata nikmatnya surga di dalam kamar, " ucap Sean di selang-selang permainannya. Salsa tersenyum tipis, Salsa senang melihat Sean yang mulai candu. Jadi nanti Salsa dengan mudahnya kalau Salsa menginginkan aktivitas panas seperti ini dengan Sean. Sedangkan hampir 15 menit waktu yang begitu singkat, Saga dan Lala menghentikan permainan panasnya itu, "Keluarlah! " titah Saga kepada Lala. Saga menyentuh bibir Lala yang lembab, "Putriku pasti menunggumu. Terima kasih, kau sangat manis Lala! Kau tidak usah khawatir. Aku akan membayar nya, " ucap Saga dengan senyuman manis di bibirnya. Lala pun menyentuh bibirnya Saga, "Sama-sama Tuan! Aku suka dengan sentuhan Tuan! Aku tunggu bayarannya. Di kampung lagi membutuhkan biaya, " ucap Lala tanpa sungkan. "Kau tenang saja! Berapa pun yang kau minta akan aku kasih," ucap Saga dengan santai. Lala masih berada dalam kungkungan Saga. Lala memeluk tubuh kekar Saga, "Terima kasih Tuan. Jangan pernah sungkan jika nanti tuan menginginkannya," ucap Lala tanpa malu-malu. "Iya," jawab Saga singkat. "Apakah yang ku lakukan ini salah? Ya Tuhan, Salsa istriku sedang bekerja. Tapi aku malah main gila dengan pembantuku. Salsa maafkan aku, apalah daya, aku sangat kesepian dan membutuhkan sentuhan hangat dari perempuan," ucap Saga dalam hatinya. Lala melepaskan pelukannya. Saga dan Lala pun beranjak dari tempat tidur. Lala merapikan pakaiannya lalu setelah itu keluar dari kamar Saga. Saga terus memperhatikan punggung Lala, "Hanya demi uang, gadis polos itu rela melakukan apa saja. Bahkan dia rela ku jadikan wanita simpanan. Kasian sekali dia, lebih baik aku nikahin saja dulu. Kalau Lala hamil juga kan gak ada masalah, karena dia sudah sah menjadi istriku. "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN