Episode 9

642 Kata
"Eh salah! Lala bukan gadis polos! Dia gadis desa yang liar. Hahaha... Lala kau sudah membuat aku mati kutu, " gumam Saga. Saga pun beranjak bangun. Saga memakai pakaian kerja yang di pilih oleh Saga, "Ok juga seleranya, meskipun dari kampung! " Saga tersenyum tipis. "Selain jadi pembantu, dia cocok juga jadi istri! " Di ruang makan. Keira merasa aneh dengan sikap Lala yang sedari tadi terus senyum-senyum mesem. Lala teringat saat kejadian tadi di kamar. Dengan mudahnya Tuan Saga bisa tergoda padanya. "Kok bisa-bisanya ya Tuan Saga begitu mudahnya tergoda dengan pesona pembantu Apakah karena Tuan Saga merasa kesepian. Duh... sentuhannya membuat aku ingin lagi dan lagi. Tapi sayang, Tuan Saga tidak mau menikahiku." Lala berucap dalam hatinya. "Tante Lala kenapa sih dari tadi kok senyum-senyum? " tanya Keira. "Eh! Hehehe, gak kenapa-napa sayang. Tante lagi teringat kejadian lucu. Mangkanya Tante senyum-senyum, " ujar Lala mengelak. "Oh gitu!" Keira mangut-mangut. Tak lama kemudian Saga datang dan ikut sarapan. Saga menarik kursi lalu duduk di sebelah Keira. Lala mengambilkan piring untuk Saga, Lala juga mengisi nasi dan lauk-pauk untuk Saga. Hal sekecil itu belum pernah di lakukan oleh Salsa. "Selamat menikmati Tuan! Semoga Tuan suka dengan masakannya, " seru Lala. Saga hanya mengangguk. "Kau juga makan, " kata Saga dengan wajah datarnya. "Iya nanti saya makan di belakang saja Tuan, " ujar Lala dengan lemah lembutnya. Di kamar Hotel, Salsa dan Sean sudah selesai. Kini Sean harus buru-buru ke tempat syuting, sebab sutradaranya sudah menghubunginya sejak tadi. "Salsa, aku harus ke tempat syuting dulu, " ujar Sean yang sedang memakai pakaiannya. Sean tidak sempat untuk mandi dulu. Salsa masih rebahan di atas tempat tidur. "Iya sayang. Hati-hati! Aku masih belum ada jadwal pemotretan. Mungkin aku akan pulang dulu ke rumah deh, suamiku kan sudah berangkat kerja. Jadi aku bisa tenang berada di rumah, " ujar Salsa. "Iya sayang. " Sean memberikan 1 kecupan di keningnya Salsa, "Aku duluan! Terima kasih karena kau sudah memberikan aku kenikmatan," seru Sean. "Sama-sama sayang," jawab Salsa. Sean pun keluar dari kamar hotel, sedangkan Salsa beranjak untuk ke kamar mandi. *** "Hati-hati Tuan! " Lala mencium punggung tangan Saga. Lala juga menyerahkan tas kerja Saga yang di bawakan oleh Lala. Salsa mana pernah melakukan itu. "Iya! " Saga meraih tas kerjanya dari tangan Lala. "Tante Lala jangan lupa nanti jemput Keira dari sekolah, " sahut Keira yang sudah duduk di dalam mobil. Hari ini Keira di antar ke sekolah oleh Saga. "Siap sayang! Pasti sama Tante Lala di jemput kok, " seru Lala. Saga pun masuk kedalam mobil. Lala kembali masuk kedalam rumah. "Aku harus bisa menarik perhatian Tuan Saga. Aku gak perduli tentang tanggapan Tuan Saga kepadaku. Asal perekonomian keluargaku di kampung terjamin. Tuan Saga sudah janji akan membayarku karena tadi pagi dia sudah memberikan akun sebuah sentuhan hangat," batin Lala. Lala kembali melanjutkan pekerjaannya menjadi seorang pembantu. Banyak cucian yang harus Lala kerjakan. Tadi pagi Lala belum sempat mencuci. Salsa baru sampai di rumah, Salsa merasa tenang dan bisa beristirahat karena anak dan suaminya tidak ada di rumah. "Lala! " panggil Salsa di ruang tengah. Lala yang sedang nyuci ketika mendengar teriakan Salsa langsung menghentikan pekerjaannya. Lala segera bergegas ke ruang tengah menghampiri Salsa. "Ada apa Nona? " tanya Lala ketika sudah bertatap muka dengan Salsa majikannya. "Antarkan sarapan ke kamar saya, " titah Salsa kepada Lala. "Oh baik Non," jawab Lala. "Ok! Gak pake lama," ucap Salsa mengingatkan Lala. "Siap Non! " Lala kembali bergegas ke dapur untuk segera menyiapkan sarapan untuk Salsa. Sedangkan Salsa bergegas menuju ke kamarnya. Di kantor, Saga terus teringat tentang tawaran Lala. Saga mulai berfikir kalau tawaran yang Lala berikan menguntungkan juga buatnya. Dan intinya tidak dosa jika Saga meminta lebih kepada Lala. "Lala, kau gadis kampung! Tapi kau tidak polos! Kau seperti gadis kota yang matrealistis. Tapi aku suka! Kau tidak munafik, dan selalu terang-terangan, " batin Saga.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN